Istana Tampak Siring

istana tampak siring
Istana tampak siring

Istana Tampak siring terletak di jalan Astina Pura Utara, kecamatan Tampak Siring, kabupaten Gianyar, propinsi Bali. Istana Tampak Siring berjarak kurang lebih 40 km dari pusat kota Denpasar yang bisa ditempuh kurang lebih 80 menit dari Denpasar dengan menggunakan kendaraan bermotor. Untuk anda yang ingin mengunjungi tempat ini dan tempat tempat wisata lain di Bali silahkan klik sewa mobil murah bali.

Istana Tampak Siring digagas oleh presiden Soekarno dan mulai dibangun pada tahun 1957 dan selesai pada tahun 1963 pada masa presiden Soekarno, dengan arsitek RM Soedarsono. Dengan luas keseluruhan kurang lebih 19.265 Ha.

Pada saat memasuki Istana Tampak Siring kita akan melewati gelung kori agung yaitu pintu masuk khas bali yang pada umumnya digunakan pada bangunan pura pura besar dan istana kerajaan di Bali. Di dalam lingkungan istana terdapat 6 bangunan utama dimana masing masing bangunan memiliki fungsinya masing masing, adapun bangunan bangunan tersebut adalah :
  • Wisma Merdeka, merupakan tempat peristirahatan presiden beserta keluarga. Bangunan ini berdiri di lahan seluas 1200 m2 dan memiliki 9 kamar tidur.
  • Wisma Negara, diperuntukan sebagai tempat peristirahatan tamu tamu negara atau kepala negara asing yang berkunjung ke istana. Wisma negara memiliki 7 kamar tidur, berdiri di atas lahan seluas 1476 m2. Wisma merdeka dan Wisma negara di bangun diatas bukit yang dipisahkan oleh celuk yang cukup dalam sehingga untuk menghubungkan ke dua wisma ini dibangun jembatan yang dinamakan jembatan persahabatan. Panjang jembatan ini kurang lebih 40 m dengan lebar kurang lebih 1.5 m. Tamu negara yang pernah melewati jembatan ini antara lain, kaisar Jepang Hirohito, Presiden Yugoslavia Tito, Ho Chi Minh dari Vietnam, serta Ratu Juliana dari Belanda.
  • Wisma Yudistira, dipergunakan sebagai tempat peristirahatan pejabat tinggi negara, perangkat kepresidenan serta pendamping tamu tamu negara. Wisma Yudistira memiliki luas sekitar 1825 m2 dengan 17 kamar tidur.
  • Wisma Bima, sebagai tempat peristirahatan pengawal presiden dan petugas keamanan. 
  • Gedung konferensi, terdiri dari lobby, ruang utama dan holding room. Ruang utama dijadikan tempat resepsi dan jamuan makan malam kenegaraan. Gedung ini berada di atas tanah seluas sekitar 1882 m2.
  • Pendopo dan Wantilan sebagai tempat pertemuan dan pementasan acara kesenian.

Fasilitas yang tersedia bagi yang ingin berkunjung ke Istana Tampak Siring :
  • Tempat parkir yang luas.
  • Toilet.
Tapi untuk berkunjung tidaklah bisa bebas, harus mendapat ijin dari pihak yang terkait.
Disebelah Istana Tampak Siring kita bisa mengunjungi objek wisata Tirta Empul.