Objek Wisata Goa Gajah

Objek wisata Goa Gajah terletak di desa Bedulu, kecamatan Blahbatuh, kabupaten Gianyar. Berada di jalur jalan raya antara Ubud - Kintamani. Berjarak kurang lebih 30 km dari Denpasar bisa ditempuh dalam waktu 60 menit dari kota Denpasar dan 90 menit dari Kuta. Objek wisata Goa Gajah merupakan tempat wisata bersejarah yang dulunya merupakan tempat pertapaan dan kegiatan keagamaan Budha dan agama Hindu Siwa. Goa Gajah ditemukan tahun 1923, yang sebelumnya ditutupi oleh semak belukar. Di area ini terdapat artefak artefak bersejarah dan memiliki pemandangan alam yang indah karena dikelilingi persawahan dan sungai kecil (dalam bahasa bali disebut pangkung). Goa Gajah dibangun pada tepi jurang dari pertemuan dua buah sungai kecil yang disebut "Campuhan" yang dipandang memiliki nilai magis, airnya kemudian mengalir ke sungai Petanu.

Tempat pertapaan dan kegiatan agama Budha berada di seberang selatan sungai sedangkan di seberang utara sungai merupakan tempat pertapaan dan kegiatan agama Siwa.

Asal usul Goa Gajah sendiri belum dapat diketahui secara pasti, ada beberapa versi :
  1. Menurut kitab Jawa kuno, Negarakertagama yang ditulis oleh Mpu Prapanca pada tahun 1365 Masehi nama Goa Gajah berasal dari "Lwa Gajah" Lwa berasal dari Lwah atau loh yang berarti air atau sungai dan Gajah adalah nama sungai yang sekarang disebut sungai Petanu.
  2. Pendapat lain mengatakan nama Goa Gajah berasal dari arca Ganesha yang berada yang berada di dalam gua pada sudut barat laut dimana arca Ganesha tersebut memiliki belelai seperti gajah.
Arca Budha dan relief di pertapaan agama Budha yang berada di seberang selatan sungai memiliki bentuk sama dengan yang ada di candi Borobudur. Berdasarkan hal ini maka dapat dikatakan bahwa pada abad ke- 8 Masehi Goa Gajah sudah menjadi tempat kegiatan agama Budha.

Peninggalan yang ada di dalam Goa seperti patung Ganesha, Trilingga dan tulisan kadiri kwadrat pada dinding sebelah timur pintu masuk yang berbentuk segi empat juga bisa ditemukan di candi padas gunung Kawi, tipe tulisan ini diperkirakan berasal dari abad ke- 11, berdasar bukti ini diperkirakan mulai abad ke- 11 Goa Gajah sudah menjadi tempat kegiatan agama Siwa.

Relief yang ada di dinding muka Goa Gajah adalah pahatan yang menyerupai alam pegunungan dengan berbagai pepohonan dan binatang ini menandakan dulu di daerah ini adalah daerah hutan.

Di atas lubang goa dihiasi pahatan kala yang berfungsi untuk menjaga kesucian dan memberi perlindungan tempat pertapaan tersebut.

Di dalam Goa Gajah terdapat 13 ceruk, 4 ceruk berada di lorong masuk dan sisanya berada di dalam goa, yang berfungsi untuk menaruh arca dan alat alat ritual. Arca Ganesha terletak di ceruk sebelah barat dan arca Trilingga terletak diceruk sebelah timur.

Di bagian luar goa terdapat kolam yang ditemukan tahun 1954 oleh dinas purbakala karena sebelumnya tertimbun tanah,  dengan pancuran yang merupakan tempat untuk mengambil air suci untuk keperluan upacara.
Dan arca arca yang terdapat di pancuran adalah arca bidadari yang diperkirakan jumlah sebenarnya 7, tetapi hanya ditemukan 5 buah. Arca itu terbagi dalam 2 kelompok yang masing masing berjejer 3 buah dan satu di tengah tidak ada.
Pada saat ini Goa Gajah menjadi sebuah pura yaitu pura Goa Gajah yang diayomi oleh masyarakat setempat.

Fasilitas objek wisata Goa Gajah :
  • Jam buka 9:00 am tutup 17:00 pm.
  • Ada tempat parkir.
  • Disebelah selatan tempat parkir sampai ke barat dekat tempat ticket entry ada banyak toko toko penjual souvenir.
  • Ada toilet.
  • Masuk menggunakan ticket masuk
  • Masuk objek menggunakan kain yang telah disediakan.
Silahkan hubungi kami untuk mengunjungi objek wisata Goa Gajah dan objek objek wisata lainnya klik paket tour murah Bali dan sewa mobil murah Bali